Kamis, 06 Juni 2013

Posted by Unknown | File under :
Berikut ini menampilkan Abjad P-Z :

Parquette – Salah satu jenis lapangan futsal yang terbuat dari bahan kayu.

Penalti – Hukuman yang diberikan ketika terjadi pelanggaran dalam lingkar daerah kiper futsal.

Play On – Suatu keadaan keputusan wasit, dimana permainan tetap berlangsung dikarenakan posisi menguntungkan berada pada tim yang memegang bola. Meski sebelumnya tim yang memegang bola dilanggar.

Positioning – Bentuk istilah kemampuan seorang kiper dalam menempatkan dirinya, yang bersifat menutup lajur bola serta meminimalisir melakukan dive. Kemampuan ini cukup vital. Dimana ukuran gawang futsal yang kecil dan tidak terlalu memerlukan lompatan yang berlebih untuk menutupnya.

Pounch (Meninju) – Suatu cara dalam mengamankan gawang, yaitu dengan meninju bola. Biasa dilakukan jika posisi tidak menguntungkan untuk menangkap bola.

Power Play – Suatu taktik yang digunakan oleh sebuah tim dengan menarik keluar kiper dan menggantikannya dengan seorang pemain lagi. Biasa terjadi pada tim yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Dimana ke-5 pemain bermain pada area wilayah lawan

Pressing – Sebuah kata yang memiliki kata dasar presure atau menekan. Ini merupakan salah satu taktik dalam futsal dimana salah satu tim melakukan tekanan hingga ke daerah lawan sehingga lawan menjadi bingung dan panik.

Reflex (Refleks) – Suatu gerak cepat yang terjadi tanpa kita sadari. Istilah yang salah dalam penyebutan reaksi.

Reaction (Reaksi) – Gerakan cepat yang terjadi dalam keadaan sadar dan karena dilatih terus menerus terhadap suatu hal tertentu sehingga menimbulkan kebiasaan terhadap hal yang telah dilatih.

Rotation (Rotasi) – Pergerakan pemain futsal yang terus menerus, sehingga semua pemain berputar (berotasi) sepanjang pertandingan.

Rush – Istilah dalam kiper, dimana hal ini mengacu pada pergerakan kiper yang maju untuk memotong bola dengan keadaan tubuh rebah (menjatuhkan diri) istilah mudahnya ngesot. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan bravery(keberanian) karena cara ini juga rentan terhadap benturan dengan kaki pemain lawan yang bisa mengakibatkan cedera.

Save – Istilah penyebutan untuk penyelamatan yang dilakukan oleh kiper futsal.

Second Penalty – Hukuman yang diberikan kepada sebuah tim, ketika salah satu sudah melakukan foul sebanyak 5 kali. Dan pada foul yang ke-6 akan terjadi second penalty. Posisi titik second penalty berjarak 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang (standar internasional).

Shin Guard – Biasa saya sebut deker, ini merupakan perlengkapan yang berguna untuk melindungi tulang kering kita dari berbagai benturan.

Shoot Stopping – Kemampuan kiper untuk menghentikan tembakan dari pemain. Bisa dengan menepis atau bisa dengan memblock dengan kaki. Posisi dari seorang kiper juga sangat berperan dalam hal ini.

Stretching (Pemanasan) – Hal penting yang dilakukan sebelum memulai berlatih atau bertanding dan berguna untuk meminimalisir cedera.

Synthetic (Sintetis) – Salah satu jenis lapangan futsal yang terbuat dari rumput buatan (sintetis). Biasa disebut lapangan mini soccer/indoor soccer.

Taraflex – Salah satu jenis lapangan futsal yang memiliki bahan dari polyethylene (plastik)

Tackle - Salah satu cara untuk menghentikan pergerakan pemain lawan atau mengambil bola dari pemain lawan, namun dalam futsal hal ini dilarang dan bisa diberikan hukuman berupa foul.

Team Mates – Sebutan untuk pemain yang berada dalam satu tim

Throw (Lemparan) – Dalam futsal, lemparan merupakan salah satu cara untuk memulai permainan kembali (Goal Throw).

Under Pressure – Kejadian ketika pemain atau tim berada dalam sebuah tekanan. Baik karena pressingyang dilakukan tim lawan, atau karena supporter lawan.

Vinyl – Jenis lapangan futsal yang bahannya dari menyerupai karet dan biasa disebut lapangan rubber.

W Position – Posisi tangan, lebih tepatnya posisi jari jempol dan telunjuk antara tangan kanan dan kiri yang menyatu membentuk bentuk huruf W

Posted by Unknown | File under :
Ini adalah lanjutan dari Istilah-Istilah Yang Digunakan Dalam Olahraga Futsal (A-H).
Berikut ini menampilkan Abjad I-O :

Indirect Free Kick (Tendangan Bebas Tidak Langsung) – Salah satu keputusan wasit dalam memberikan tendangan bebas. Dimana penendang tidak boleh melakukan shoot langsung ke gawang dan apabila bola masuk karena shooting langsung tanpa menyentuh pemain lawan atau tanpa terlebih dahulu melakukan operan ke teman maka jika masuk ke gawang tidak dianggap GOL. Pada peraturan terbaru dari FIFA, tendangan kick off tidak lagi langsung.

Interlock – Istilah untuk menyebut jenis lapangan futsal yang menggunakan bahan plastik dan berbentuk puzzle.

Indoor (Dalam Ruangan) – Lapangan futsal yang berada di dalam gedung atau ruangan.

Jersey (Kostum) – Sebutan untuk kostum tim, dan kostum kiper haruslah berbeda dengan kostum pemain biasanya dibedakan dari segi warna.

KasPer (Komunitas Kiper Futsal Kaskus) – Salah satu komunitas di Kaskus yang anggotanya berisikan kiper-kiper futsal. Banyak info ilmu serta tips tentang kiper futsal disini.

Kick In (Tendangan Ke dalam) – Tendangan yang dilakukan ketika bola meninggalkan area samping lapangan (Out). Tendangan ini harus dilakukan dalam keadaan bola diam, tidak memantul, serta posisi bola tepat pada garis. Dan jangan lupa posisi penendangan dan kaki harus berada di luar lapangan.

Kick Off – Tendangan memulai pertandingan dari titik tengah lapangan. Dan berdasarkan peraturan FIFA terbaru, tendangan kick off saat ini bersifat indirect kick dan passing dari kick off harus mengarah ke daerah lawan tidak boleh ke belakang/daerah sendiri.

Knee Pad (Pelindung Lutut) – Perlengkapan kiper futsal yang menurut saya wajib dimiliki. Karena dalam futsal, lutut kita akan sering melakukan benturan dan gesekan terhadap lapangan dimana hal ini bisa menyebabkan cedera.

Knee Support – Perlengkapan kiper ynag memiliki fungsi kurang lebih sama dengan Knee Pad, namun tanpa busa. Juga bisa digunakan untuk pemain yang menderita cedera pada lututnya.

L Position – Posisi yang biasa dilakukan oleh kiper futsal ketika berada dalam posisi one on one dengan pemain lawan. Dimana posisi lutut dari salah satu kaki turun seperti hendak menyentuh lapangan dan tangan direntangkan kesamping tubuh.

Latex – Merupakan istilah penyebutan bahan permukaan pada telapak sarung tangan kiper (gloves).

Last Man Standing – Sebutan untuk seorang kiper, dan biasa menjadi moto dari TS sekaligus pendiri dari Komunitas Kiper Futsal Kaskus (KasPer)

Man Of The Match – Award yang diberikan kepada pemain yang telah tampil maksimal dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim-nya dalam suatu pertandingan.

M Position – Salah satu posisi lain yang biasa dilakukan kiper ketika one on one. Dimana posisi kaki merapat dan tubuh direndahkan dan tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri seperti kaki pada huruf M.

One on One - Suatu keadaan dimana posisi kiper berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan

Outdoor - Lapangan futsal yang berada di luar ruangan, atau lawan dari Indoor.

Posted by Unknown | File under :
Futsal adalah sebuah sepakbola lapangan kecil yang menjadi primadona semua kalangan karena banyak hal. Selain mudah, juga sarana prasarana lapangan yang melimpah ruah di semua penjuru daerah. Juga karena jumlah pemain yang lebih sedikit dan ini berdampak mudah mencari teman untuk memainkan olahraga yang satu ini.

Namun, apakah Anda sudah tau apa saja istilah yang ada dan digunakan dalam permainan futsal itu sendiri?
Berikut ini akan Saya bagikan istilah-istilah dalam dunia perfutsalan.

Berikut menampilkan dari Abjad A-H :

Ankle Support – Perlengkapan yang digunakan untuk meminimalisir cedera pada ankle agar ankle tidak banyak mengalami pergerakan dan bersifat sebagai pengganti bebat.

Backpass – Merupakan operan yang diberikan pemain, kembali kepada kiper setelah sebelumnya kiper memberikan operan kepada pemain yang menjadi satu tim.

Barehand (Tangan Kosong) – Istilah yang diberikan kepada kiper futsal yang tidak menggunakan sarung tangan.

Blunder – Kesalahan yang dilakukan oleh pemain dimana mengakibatkan hal yang berbahaya bagi tim.

Body Contact – Kontak yang terjadi dalam bentuk benturan, tackle atau saling beradu antara para pemain.

Cleansheet – Istilah yang digunakan dimana hal ini terjadi ketika gawang dari tim tidak kebobolan.

Communication (Komunikasi) – Salah satu hal terpenting bagi para pemain futsal termasuk kiper futsal, ini termasuk hal yang penting dalam membangun kerja sama tim.

Corner Kick (Sepak Pojok) – Biasa juga disebut tendangan penjuru, hal ini terjadi ketika pemain tim kita menyentuh bola sebelum akhirnya bola keluar dari lapangan, segaris terhadap samping gawang.

Counter Attack (Serangan Balik) – Serangan yang dilakukan dengan cepat memanfaatkan kelengahan tim lawan ketika mereka sedang asik menyerang.

Deflect – Kejadian dimana tendangan dari peman lawan membentur suatu hal, lazimnya karena membentur pemain satu tim sehingga bola berubah arah. Dan hal ini amat sulit untuk diantisipasi oleh seorang kiper futsal.

Delay – Salah istilah untuk kejadian mengulur-ulur waktu pertandingan.

Direct Free Kick (Tendangan Bebas Langsung) – Salah satu keputusan dari wasit, dimana bola boleh ditendang langsung ke arah gawang (satu sentuhan) dan sah sebagai GOL jika masuk ke gawang.

Dive – Salah satu cara yang dilakukan oleh seorang kiper futsal untuk melindungi gawang dengan memenjatuhkan diri ke arah bola baik untuk menangkap bola atau menepis bola.

Diving – Istilah yang mengacu kepada tindakan pemain yang berpura-pura terjatuh dan kesakitan setelah menerima perlakuan baik sengaja maupun tidak sengaja dari lawan. Diving biasa dilakukan agar pemain dan timnya mendapatkan keuntungan berupa tendangan bebas, tendangan penalti, bahkan dikeluarkannya pemain lawan yang dianggap mengasari pemain yang melakukan diving.

Drop Kick – Tendangan yang dilakukan oleh kiper futsal yang dimaksudkan untuk mencetak gol atau untuk membuang bola. Namun ada ketentuan khusus dalam melakukannya yaitu harus dalam posisi Open Play atau bola hidup. Dimana keadaan ini terjadi ketika kiper berhasil menguasai bola dan sebelum waktu 4 detik hitungan selesai.

Elbow Pad (Pelindung Siku) – Salah satu perlengkapan kiper futsal yang berguna untuk melindungi siku dari gesekan/benturan terhadap lapangan.

Elbow Support – Hampir sama kegunaannya seperti Elbow Pad namun tidak memiliki busa.

Finger Save – Teknologi yang terdapat pada sarung tangan kiper (gloves) yang berguna untuk melindungi jari dari cedera (keseleo, keplitek, kecengklak, dsb) dan berbentuk plat sepanjang ruas-ruas jari.

Finger Tape – Perlengkapan kiper yang berguna juga untuk melindungi jari dari cedera ada yang terbuat dari karet dan ada pula yang berbentuk plester. Biasa digunakan oleh kiper futsal yang Bare Hand (Kiper Futsal Tanpa Sarung Tangan).

Foul – Istilah pelanggaran dalam futsal, dan jika salah satu tim telah melakukan 5 kali pelanggaran maka tim lawan berhak mendapat hadiah Second Penalty jika tim lawannya melakukan pelanggaran ke-6.

Full Finger – Jenis sarung tangan kiper pada umumnya, dimana seluruh jari tertutupi secara full.

Goal Throw (Lemparan Gawang) – Lemparan yang harus dilakukan oleh kiper futsal untuk memulai kembali pertandingan. Sama halnya seperti Goal Kick pada olahraga sepakbola.

Gloves (Sarung Tangan Kiper) – Perlengkapan yang biasanya digunakan oleh seorang kiper, baik kiper futsal atau kiper sepakbola. Dengan berbagai tujuan penggunaan, baik untuk meminimalisir cedera atau agar tangkapan lebih lengket.

Half Finger – Salah satu jenis sarung tangan yang terbuka pada bagian ujung jari, sehingga daya cengkram terhadap bola tidak berkurang.

Handling – Salah istilah bagi kiper yang mengartikan kemampuan dalam menangkap bola.

Hands Ball – Salah satu bentuk pelanggaran dalam olahraga futsal, dimana ini terjadi ketika pemain menyentuh bola baik sengaja atau tidak dan tangan dalam keadaan aktif.

Istilah selanjutnya ~>

Senin, 03 Juni 2013

Posted by Unknown | File under :

Sebagai kiper futsal stamina dan daya tahan tubuh sangatlah penting untuk dimiliki. Karena dengan stamina yang terjaga dan daya tahan tubuh yang bagus kita bisa berkonsentrasi serta fokus pada saat bertanding atau berlatih. Buah pisang adalah salah satu yang bisa dikonsumsi sebelum bertanding/sesudahnya.

Buah yang di sebut-sebut lebih baik daripada apel ini bisa dikatakan makanan yang cepat saji terbaik, karena di dalamnya terkandung campuran vitamin, mineral, dan karbohidrat yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Pisang yang telah matang mengandung kombinasi karbohidrat yang ideal untuk menggantikan glikogen otot sebelum atau selama kita bertanding atau berlatih (berolahraga). Karbohidrat yang terkandung pada pisang mudah dicerna tubuh. Selain juga mengandung vitamin B6 yang juga penting untuk meningkatkan performa selama berolahraga. Kandungan potasium pada pisang juga bisa mencegah kram otot. Kandungan gula alami pada pisang juga lebih aman untuk tubuh. Sebaiknya konsumsi setengah porsi pisang ukuran besar setiap 15 menit untuk durasi olahraga lebih dari satu jam.

Konsumsi 1 buah pisang sebelum bertanding, maka bisa meningkatkan stamina selama kurang lebih 30-45 menit. Glukosa merupakan gula yang paling mudah dicerna dan dapat segera diserap ke dalam aliran darah untuk energi instan. Berbeda dengan glukosa, fruktosa atau gula buah dicerna tubuh lebih lambat, sehingga bisa menjadi cadangan bahan bakar cukup ketika berolahraga.

Buah pisang merupakan sumber Kalium dan Vitamin B6 yang sangat baik. Vit B6 merupakan salah satu vitamin yang terlibat dalam pembentukan sel darah merah, pemecahan protein, karbohidrat, dan lemak.
Cukup konsumsi buah pisang 1 buah sebelum bertanding, maka bisa meningkatkan staminaselama kurang lebih 30-45 menit.

MANFAAT LAIN BUAH PISANG :

1. Menambah Energi
2. Merehidrasi
3. Menyeimbangkan Gula Darah
4. Mencegah Kram
5. Meningkatkan Konsentrasi

Sekarang, selamat mencoba dan merasakan manfaatnya. 

Jumat, 31 Mei 2013

Posted by Unknown | File under :
Kebugaran stamina sangat berpengaruh terhadap penampilan seorang kiper dilapangan, apalagi bagi kiper futsal. Karena mengingat ukuran dari lapangan futsal yang kecil menyebabkan seorang kiper mendapatkan tekanan dari pemain lawan. Oleh sebab itu, seorang kiper harus dalam kondisi yang bugar guna mendapatkan performa yang sempurna serta konsentrasi yang baik saat berada dibawah mistar gawang.Berikut hal-hal yang bisa membantu meningkatkan stamina kiper saat bertanding :


1.TIDUR YANG CUKUP.

Sebelum bertanding, seorang kiper diharuskan mendapatkan waktu istirahat ( tidur ) yang cukup. Karena kondisi tubuh yang kurang tidur akan cepat merasa lelah dan konsentrasi pikiran jadi tidak terfokus. Untuk itu, sebelum bertanding, kiper wajib beristirahat yang cukup.

2.MANDI SEBELUM BERTANDING

Disamping untuk mencegah bau badan yang tak sedap, mandi sebelum bertanding sangat baik bagi seorang kiper untuk membuat badan lebih terasa segar. Karena dengan mandi, efek yang diperoleh sangat banyak semisal ; badan tidak terasa lesu, karena tubuh sudah mendapatkan rangsangan dari air yang dapat menyegarkan lapisan kulit.

3.MINUM KOPI BERCAFFEIN

Minuman kopi yang mengandung caffein sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan otot. Seperti yang diketahui bahwa efek dari caffein dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah kejantung sehingga aliran darah disetiap otot akan lebih cepat dari biasanya. Hal ini menyebabkan tubuh tidak perlu melakukan pemanasan yang lebih lama guna mendapatkan kekencangan otot-otot dalam tubuh karena sudah terbantu oleh efek caffeine itu sendiri. Diusahakan minuman kopi yang mengandung caffein tersebut dikonsumsi beberapa jam sebelum bertanding.

4.PISANG

Selain minuman, salah satu makanan yang bisa meningkatkan konsentrasi pikiran adalah buah pisang. Dalam buah pisang terdapat kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga dengan menkonsumsi pisang saja kita masih bisa tahan untuk tidak makan nasi dalam sehari. Efek dari sebuah pisang dapat membuat konsentrasi pikiran bertahan hingga 30 menit lamanya. Untuk itu, pisang sangatlah baik dikonsumsi sebelum bertanding agar konsentrasi pikiran lebih terfokus guna membaca arah tendangan dari pemain lawan.

5.LAKUKAN PEMANASAN YANG CUKUP.

Tidak dipungkiri lagi bahwa pemanasan otot sebelum olahraga adalah sesuatu hal yang wajib dilakukan. Mengapa? karena apabila otot-otot dalam tubuh tidak diberikan gerakan pemanasan terlebih dahulu maka ketika kita bertanding ( melakukan gerakan tubuh yang berat ) maka sudah pasti akan ada bagian otot yang mengalami cedera. Cedera itu disebabkan oleh karena otot merasa kaget dengan gerakan yang dilakukan. Untuk itu, setiap olahragawan khususnya bagi seorang kiper diharuskan melakukan pemanasan yang cukup dan sesuai agar tidak mengalami cedera saat bertanding dan untuk melenturkan gerakan tubuh saat mengamankan gawang.
Posted by Unknown | File under :
Kiper dalam olahraga futsal sedikit lebih berbeda dengan kiper pada olahraga sepakbola dilapangan besar. Dalam olahraga futsal, seorang kiper diharuskan memiliki kemampuan yang lebih oleh karena tekanan dari pemain-pemain lawan yang tidak ada hentinya, apalagi jika pemain belakang yang dimiliki tidak bagus alias sering kewalahan ketika mendapatkan serangan dari pemain lawan.
Berikut ini 3 tips yang bisa dilakukan guna meningkatkan performa melindungi gawang dri kebobolan :

1. Peregangan otot

Guna meminimalisir cedera yang dialami saat bermain ataupun latihan, seorang kiper wajib dan harus melakukan pemanasan sebelum memulai permainan. Pemanasan yang baik dilakukan cukup 15 menit.Metode pemanasan otot dapat dilakukan dengan dua cara yakni : Melakukan peregangan otot dan mengoleskan balsem pada bagian-bagian otot yang riskan akan terkena cidera. Cara pemanasan otot yang kedua cukup membantu apabila seorang kiper datang ke lapangan agak terlambat sehingga waktu yang dimiliki untuk melakukan pemanasan tidak cukup. Namun, cara pemanasan yang pertama lebih baik karena otot dilemaskan atau diregangkan secara alami dan melalui proses pergerakan yang bertahap.


2.Latihan menangkap bola

Seorang kiper seringkali gagal dalam mengantisipasi tendangan bola dari pemain lawan ke gawang, banyak hal yang menjadi penyebabnya antara lain ; kemampuan yang belum cukup dari kiper itu sendiri, keberanian yang kurang serta kemampuan dalam membaca datangnya arah bola. Untuk meningkatkan kemampuan dalam menangkap bola, seorang kiper diharuskan lebih banyak berlatih dengan cara memantulkan bola ke arah dinding sesering mungkin, diharapkan meningkatkan porsi lemparan, dari yang sedang hingga ke lemparan yang lebih keras atau lebih cepat. Selain itu, posisi kedua tangan saat menangkap bola juga berpengaruh besar dalam hal ketepatan menangkap. Posisi kedua tangan yang baik adalah, kedua belah tangan dibuka dengan telapak tangan menghadap kedepan, dimana posisi kedua ibu jari saling bertemu sama lain. Hal ini dimaksudkan agar bola yang terlepas dari tangkapan masih dapat tertahan oleh kedua ibu jari tersebut. Dan juga meminimalisir terjadinya bola rebound.


3.Latihan Posisi L dan M

Porsi latihan selanjutnya adalah gerakan / posisi L dan M.Posisi L adalah dimana salah satu lutut menyentuh tanah / lapangan sementara lutut yang lainnya terbuka.Posisi ini sangatlah baik untuk mengantisipasi bola-bola datar. Perbanyaklah latihan posisi L karena dalam olahraga futsal, pemain lawan lebih sering melakukan tendangan datar karena disebabkan oleh ukuran gawang futsal yang kecil. Disamping posisi L, posisi M juga sangat baik untuk mengantisipasi serangan bola-bola datar. Posisi M ini dilakukan dengan cara posisi kaki agak jongkok, dan posisi badan agak condong ke depan, sementara itu kedua tangan dibuka lurus ke bawah mendekati posisi kedua lutut ( disamping lutut ), posisi ini sangat baik apabila kita ingin melakukan gerakan dive atau menghalau bola yang datang dari arah kiri ataupun kanan kita.
Posted by Unknown | File under :
Salah satu perlengkapan kiper yang paling utama saat bermain futsal adalah sarung tangan. Sarung tangan kiper disamping untuk melindungi telapak tangan namun juga dapat meningkatkan kepercayaan diri saat berada di bawah mistar gawang. Banyak diantara kita yang tidak memahami bagaimana cara merawat sarung tangan agar tetap awet dan lebih lama masa pakainya. Berikut beberapa tips sederhana yang penulis ambil dari beberapa sumber serta dari pengalaman penulis sendiri :


1. Simpan dalam tempat yang teduh

Sarung tangan kiper pada umumnya terbuat dari bahan latex pada bagian telapaknya. Bahan ini sangat rentan rusak apabila disimpan didalam ruangan / tempat yang suhunya tidak sesuai. Usahakan menyimpan sarung tangan pada ruangan yang tidak terlalu panas, atau terlalu dingin. Akan lebih baik disimpan di dalam ruangan yang bertemperatur sedang ( tidak panas dan tidak dingin ). Karena dengan suhu seperti itu, tidak akan merusak lapisan latex pada sarung tangan tersebut.


2. Jangan mencuci dengan air biasa.

Ketika selesai menggunakan sarung tangan, sering kali ada keinginan untuk mencucinya dengan harapan agar tetap terlihat bersih dan wangi. Tetapi cara mencuci sarung tangan kiper tidak sama dengan cara-cara mencuci pakaian biasa. Perlu diketahui bahwa bahan dasar sarung tangan sangat peka dengan zat yang terkandung dalam detergen, untuk itu cara yang paling baik dalam mencuci sarung tangan adalah dengan menggunakan air hangat ( sekitar 30 derajat celcius ), sarung tangan cukup direndam sekitar 5-10 menit, agar kuman serta bau yang menempel pada sarung tangan terangkat oleh air hangat tersebut.


3. Jangan dijemur

Selesai merendam dengan air hangat, sekitar 5-10 menit maka jangan langsung dijemur dibawah sinar matahari langsung. Karena panas dari sinar matahari akan lebih cepat merusak bahan latex pada sarung tangan itu sendiri. Cara yang paling baik adalah cukup dengan diangin-anginin ( digantung agar kena angin ), sehingga sarung tangan kering oleh terpaan angin dan bukan karena sinar matahari. Atau dapat juga ditaruh didepan kipas angin.


4. Jangan disikat

Untuk menjaga lapisan ( gambar / atau tanda merk dsbnya ) sarung tangan tetap awet, usahakan saat direndam tidak dilakukan penyikatan pada seluruh lapisan sarung tangan. Karena gesekan dari sikat baik dari bahan apapun akan mengikis lapisan latex serta gambar-gambar yang ada pada sarung tangan tersebut. Cukup direndam dan digosok-gosok dengan tangan..


5. Semprotkan pewangi khusus ( Deo )

Setelah sarung tangan kering, lanjutkan dengan menyemprotkan pewangi khusus ( deo ) helm atau sejenisnya. Pewangi jenis ini, sedikit berbeda dengan pewangi-pewangi lainnya karena dibuat khusus untuk bahan busa, kain atau latex. Sehingga tidak akan merusak lapisan sarung tangan. Untuk mencegah bau tak sedap akibat keringat, maka semprotkanlah pewangi khusus tersebut pada bagian dalam sarung tangan. Pewangi jenis ini dapat dibeli di toko-toko minimarket dan sejenisnya.


6. Simpan dalam box/bag atau kotak penyimpanannya.

Tips terakhir, setelah 5 langkah diatas telah selesai dilakukan maka silahkan masukkan sarung tangan kiper tersebut ke dalam bag/kotak atau tempat penyimpanannya dan simpan di dalam ruangan bertemperatur sedang untuk menjaga suhu agar tetap seimbang sehingga sarung tangan tetap awet serta senantiasa harum ketika akan digunakan baik untuk berlatih maupun bertanding.