Jumat, 31 Mei 2013

Posted by Mohammad Nur Udin | File under :
Salah satu perlengkapan kiper yang paling utama saat bermain futsal adalah sarung tangan. Sarung tangan kiper disamping untuk melindungi telapak tangan namun juga dapat meningkatkan kepercayaan diri saat berada di bawah mistar gawang. Banyak diantara kita yang tidak memahami bagaimana cara merawat sarung tangan agar tetap awet dan lebih lama masa pakainya. Berikut beberapa tips sederhana yang penulis ambil dari beberapa sumber serta dari pengalaman penulis sendiri :


1. Simpan dalam tempat yang teduh

Sarung tangan kiper pada umumnya terbuat dari bahan latex pada bagian telapaknya. Bahan ini sangat rentan rusak apabila disimpan didalam ruangan / tempat yang suhunya tidak sesuai. Usahakan menyimpan sarung tangan pada ruangan yang tidak terlalu panas, atau terlalu dingin. Akan lebih baik disimpan di dalam ruangan yang bertemperatur sedang ( tidak panas dan tidak dingin ). Karena dengan suhu seperti itu, tidak akan merusak lapisan latex pada sarung tangan tersebut.


2. Jangan mencuci dengan air biasa.

Ketika selesai menggunakan sarung tangan, sering kali ada keinginan untuk mencucinya dengan harapan agar tetap terlihat bersih dan wangi. Tetapi cara mencuci sarung tangan kiper tidak sama dengan cara-cara mencuci pakaian biasa. Perlu diketahui bahwa bahan dasar sarung tangan sangat peka dengan zat yang terkandung dalam detergen, untuk itu cara yang paling baik dalam mencuci sarung tangan adalah dengan menggunakan air hangat ( sekitar 30 derajat celcius ), sarung tangan cukup direndam sekitar 5-10 menit, agar kuman serta bau yang menempel pada sarung tangan terangkat oleh air hangat tersebut.


3. Jangan dijemur

Selesai merendam dengan air hangat, sekitar 5-10 menit maka jangan langsung dijemur dibawah sinar matahari langsung. Karena panas dari sinar matahari akan lebih cepat merusak bahan latex pada sarung tangan itu sendiri. Cara yang paling baik adalah cukup dengan diangin-anginin ( digantung agar kena angin ), sehingga sarung tangan kering oleh terpaan angin dan bukan karena sinar matahari. Atau dapat juga ditaruh didepan kipas angin.


4. Jangan disikat

Untuk menjaga lapisan ( gambar / atau tanda merk dsbnya ) sarung tangan tetap awet, usahakan saat direndam tidak dilakukan penyikatan pada seluruh lapisan sarung tangan. Karena gesekan dari sikat baik dari bahan apapun akan mengikis lapisan latex serta gambar-gambar yang ada pada sarung tangan tersebut. Cukup direndam dan digosok-gosok dengan tangan..


5. Semprotkan pewangi khusus ( Deo )

Setelah sarung tangan kering, lanjutkan dengan menyemprotkan pewangi khusus ( deo ) helm atau sejenisnya. Pewangi jenis ini, sedikit berbeda dengan pewangi-pewangi lainnya karena dibuat khusus untuk bahan busa, kain atau latex. Sehingga tidak akan merusak lapisan sarung tangan. Untuk mencegah bau tak sedap akibat keringat, maka semprotkanlah pewangi khusus tersebut pada bagian dalam sarung tangan. Pewangi jenis ini dapat dibeli di toko-toko minimarket dan sejenisnya.


6. Simpan dalam box/bag atau kotak penyimpanannya.

Tips terakhir, setelah 5 langkah diatas telah selesai dilakukan maka silahkan masukkan sarung tangan kiper tersebut ke dalam bag/kotak atau tempat penyimpanannya dan simpan di dalam ruangan bertemperatur sedang untuk menjaga suhu agar tetap seimbang sehingga sarung tangan tetap awet serta senantiasa harum ketika akan digunakan baik untuk berlatih maupun bertanding.

0 komentar:

Poskan Komentar